10 Kamera Terbaik Untuk Belajar Fotografi dan Videografi Bagi Pemula


Kamera terbaik untuk pemula bukan berarti mencari kamera termurah yang tersedia (walaupun ini juga merupakan faktor penting). 

Mencari kamera terbaik untuk pemula juga tentang mencari bodi kamera yang dapat dengan mudah anda gunakan dan ketika skill fotografimu naik maka ia bisa mendampingi terus setidaknya sampai Anda memilih untuk upgrade.

Salah satu contoh kamera yang bagus untuk pemula adalah yang memiliki kombinasi mode otomatis dan mode manual. 

Sehingga kamera yang seperti ini dapat Anda gunakan untuk latihan dengan mode manual dan atau memotret manja dengan mode otomatis. 

Kamera seperti ini sempurna untuk fotografer pemula yang ingin belajar fotografi tetapi juga bagus untuk orang biasa yang hanya mencari peningkatan kualitas dari kamera hp mereka.

Jika Anda baru akan memulai belajar fotografi, maka Anda mungkin memiliki anggaran terbatas. 

Hal ini wajar, karena Anda mungkin tidak ingin menginvestasikan terlalu banyak uang pada tahap awal pembelajaran. 

Untungnya, kamera digital dengan harga murah banyak yang telah mencapai titik di mana kualitasnya sudah hampir setara dengan yang berharga mahal.

Jika Anda mencari kamera terbaik untuk pemula, kami sangat-sangat merekomendasikan kamera dengan lensa yang bisa kamu ganti-ganti. 

Misalnya kamera DSLR atau mirrorless, keduanya memberi fotografer kesempatan untuk belajar di mode manual. 

Pengujian mendalam kami terhadap semua model terbaru dari merek seperti Canon, Nikon, dan Pentax ada di sini untuk menemani Anda menemukan kamera yang tepat.

Dunia fotografi mungkin bergerak menuju teknologi mirrorless, tetapi DSLR tetap menjadi pilihan yang baik untuk pemula. Ada beberapa alasan untuk hal ini. Pertama, DSLR masih merupakan yang termurah untuk kamera dengan jendela bidik internal, merupakan alat penting untuk pembingkaian dan komposisi. 

DSLR juga terus memberikan rentang lensa yang lebih luas dan lebih murah daripada kamera mirrorless.

DSLR juga mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan kamera mirrorless, terutama dalam hal tahan lama dan masa pakai baterai.

Oh iya, DSLR juga merupakan satu-satunya kamera yang menampilkan jendela bidik optik sejati. Jika fitur tersebut lebih penting bagi Anda daripada fokus otomatis terbaru atau faktor bentuk ringkas, maka DSLR entry-level kemungkinan adalah kamera yang tepat untuk Anda.

Meskipun mungkin untuk menghabiskan banyak uang untuk DSLR baru, model kelas atas jarang merupakan cara terbaik untuk mempelajari keahlian Anda. 

DSLR untuk pemula terbaik telah dirancang untuk menyeimbangkan fitur, kompleksitas, dan harga, bersama dengan kualitas gambar yang luar biasa. 

Berdasarkan pengujian kami, model dalam daftar di bawah ini mencentang semua kotak ini.

Perlu kamu ketahui bahwa beberapa produsen telah berhenti membuat DSLR baru sekarang, sehingga kemungkinan beberapa kamera dibawah ini akan kamu dapatkan dengan kondisi bekas, Sony telah menghapus beberapa kamera DSLR A-mount-nya, sementara Canon telah menghentikan beberapa kamera dengan lini 7D-nya namun hal ini bukan berarti kamera DSLR telah punah. 

Baik Canon maupun Nikon terus memiliki berbagai model DSLR entry-level.

Dengan kamera model baru yang semakin sedikit, untuk pemula biasanya sangat direkomendasikan untuk memilih kamera yang sedikit lebih tua seperti Nikon D5600 dan Canon EOS 80D. 

Kamera-kamera keluaran lama mungkin tidak menawarkan teknologi terbaru, tetapi mereka sudah sangat cukup untuk digunakan bagi pemula bahkan profesional, tanpa mengeluarkan uang banyak. 

Jika kamu tidak mau melihat semua jenis kamera yang ada di daftar ini dan hanya ingin meminta satu rekomendasi kamera untuk pemula, kami sangat menyarankan Nikon D3500

Meskipun kamera ini bukan keluaran terbaru tetapi keluar pada tahun 2018, kamera ini merupakan tingkat pemula yang luar biasa. D3500 memberikan kombinasi yang mantap dari kualitas gambar yang jernih, fitur ramah pemula dan mudah dipelajari.

Sebenarnya, semua jenis kamera yang berbeda berpotensi memenuhi syarat untuk dikategorikan 'bagus untuk pemula'. Tergantung pada apa yang Anda cari, DSLR, kamera mirrorless, compact, kamera film instan atau kamera aksi.

Ada dua hal utama yang perlu Anda ingat saat berbelanja kamera: apa yang ingin Anda potret, dan berapa uang yang ingin Anda keluarkan.

Kamera yang kami sertakan dalam daftar ini semuanya memberikan user experience yang ramah untuk pemula dengan harga yang terjangkau. Jadi, mari kita mulai dengan kamera terbaik untuk pemula!


Kamera Sony

1. Sony A6000 - Rp. 7,000,000.-



Ini adalah model seri A6000 tertua dari Sony, namun bertenaga dan terjangkau, sangat cocok untuk pemula.

Jenis: Mirrorless | Sensor: APS-C | Megapiksel: 24.3MP | Dudukan lensa: Sony E | Layar: Layar miring 3 inci, 921k titik | Jendela bidik: EVF, 1.440 ribu titik | Kecepatan pemotretan bersambungan: 11fps | Resolusi video maks: Full HD | Level pengguna: Pemula

  • Kelebihan: Bentuk kecil dan ringan, Jendela bidik/viewfinder elektronik internal, Pemotretan cepat dan akurat
  • Kekurangan: Tidak bisa merekam video 4K, Tidak memiliki layar sentuh, Model yang sudah tua

Meski sekarang kamera ini sudah hampir berusia tujug tahun, A6000 masih menjadi salah satu kamera entry-level terbaik Sony, terutama karena biasanya dapat kamu beli dengan harga yang sangat murah. 

Sony juga masih membuat kamera seri ini sehingga kamu tidak perlu takut kehilangan support dan suku cadang. Selain itu, dengan masih diteruskannya model ini, bisa mengurangi harga model A6100, A6400 dan A6600 yang lebih baru. 

Gambar dari kamera mirrorless ini masih terlihat bagus, dan sistem autofokusnya masih dapat bersaing hingga saat ini, menjadikannya pilihan yang solid untuk hampir semua jenis fotografi. Anda memiliki akses ke lensa Sony E-mount, yang benar-benar hebat, dan kecepatan burst 11fps, sekali lagi, masih kompetitif hingga saat ini. Dengan gaya kamera compact yang mungil, dan bisa dipakaikan berbagai lensa Sony yang dapat diganti-ganti, kamera ini adalah kamera dengan bodi kecil yang memiliki kemampuan yang besar. 

Resolusi dari sensor gambar 24.3MP sangat bagus untuk kamera pemula, meskipun resolusi 1.440k-dot dari viewfinder elektronik sudah sedikit ketinggalan untuk standar saat ini, dan layar miring 921k-dot juga termasuk cukup sempit. 

Tidak memiliki kemampuan untuk merekam film 4K dan tidak memiliki AF teknologi tinggi dari kamera seri A6000 terbaru Sony. Tetapi, memiliki bentuk yang kokoh, kualitas gambar yang bagus, pemotretan bersambung/continues shot, dan kinerja fokus otomatis, menurut kami kamera ini sangat cocok untuk pemula.

  • Lensa kit yang direkomendasikan: Sony 16-50mm f/3.5-5.6 OSS

Kamera Nikon

2. Nikon D3500 - Rp. 5,000,000.-



DSLR entry-level Nikon sederhana tetapi efektif dan memiliki sensor yang hebat, pilihan serba terbaik untuk fotografer pemula.

Jenis: DSLR | Sensor: APS-C CMOS| Megapiksel: 24.2MP | Dudukan lensa: Nikon F (DX) | Layar: 3 inci, 921.000 titik | Jendela bidik: Pentamirror | Kecepatan burst maksimum: 5fps | Resolusi video maks: 1080p (Full HD) | Tingkat pengguna: Pemula

Kelebihan
  • Ada panduan mode pemotretan bawaan
  • Kualitas gambar luar biasa
  • Tanpilan yang sederhana
  • Mudah digunakan
Kekurangan
  • Kontrol yang cukup mendasar
  • LCD tidak memiliki kemiringan atau layar sentuh
  • Bluetooth tapi tidak ada Wi-Fi
  • Kekurangan pengaturan kustom

Jika Anda berpikir DSLR merupakan kamera yang rumit untuk digunakan, jangan khawatir. 

Nikon D3500 memiliki mode pemotretan 'Panduan' brilian yang berfungsi sebagai panduan interaktif untuk fotografi dan pengaturan kamera, yang ditampilkan melalui layar LCD belakang. 

Kontrol D3500 sangat mudah digunakan. Kamera ini mengambil tempat kamera D3400 yang tinggalkan, dengan beberapa fasilitas tambahan.

D3500 juga memberikan sensor yang berukuran besar, sistem fokus otomatis yang solid, dan akses ke lensa F-mount stabil yang luar biasa. 

Tidak seperti kamera model mirrorless yang sangat boros daya, keunggulan utama kamera ini adalah daya tahan baterai. Anda dapat terus memotret hingga 1.550 gambar tanpa mencharge kamera ini, hal ini mengalahkan kebanyakan DSLR lainnya

Harganya yang murah juga karena kekurangan berapa fitur yang lebih canggih. Misalnya, tidak ada menu Pengaturan Kustom untuk menyesuaikan fungsi kamera dengan preferensi Anda, padahal fitur ini ada pada setiap seri DSLR Nikon lainnya. 

Fokus otomatis dalam mode Live View dan perekaman film juga lamban, meskipun lensa Nikon AF-P DX 18-55mm f/3.5-5.6G VR mempercepat prosesnya dan merupakan lensa kit terbaik untuk digunakan. 

Secara keseluruhan, kualitas gambar dan kinerja Nikon D3500 sangat bagus untuk harganya, dan kecepatan burst 5fps cukup sporty untuk DSLR entry-level. Cobalah banyak lensa Nikon hebat lainnya yang memungkinkan Anda untuk menggunakan sistem hebat pada DSLR ini. Anda dapat meningkatkan lensa ke telefoto atau sudut lebar dan menjelajahi berbagai aspek fotografi, tanpa harus membayar untuk bodi lain.

Jadi, setelah Anda memahami apa yang dapat dilakukan kamera. D3500 akan berkembang bersama Anda, dan itulah yang menjadikannya pilihan ideal untuk pemula.

  • Lensa kit yang direkomendasikan: Nikon AF-P DX 18-55mm f/3.5-5.6G VR

3. Nikon D5300 - Rp. 5,000,000.-



Kamera jadul yang masih memiliki berbagai keunggulan.

Jenis: DSLR | Sensor: APS-C CMOS | Megapiksel: 24.2MP | Pemasangan lensa: Nikon DX | Layar: 3,2 inci, 1,037m-dot | Kecepatan pemotretan beruntun: 5fps | Resolusi video maks: 1080p | Tingkat pengguna: Pemula

  • Kelebihan: Sensor berkinerja bagus, Layar vari-angle
  • Kekurangan: Tidak ada layar sentuh, Autofokus sedikit ketinggalan zaman

Salah satu DSLR tertua dalam daftar ini, Nikon D5300 pertama kali dirilis pada tahun 2013. Meskipun bisa dibilang kamera ini sudah ubanan, kamera yang dulunya kelas menengah ini sekarang memiliki harga entry-level yang murah dan masih memiliki banyak kelebihan untuk fotografer pemula. 

Beberapa diantaranya, sensor 24.2MP masih berkinerja sangat baik, dengan tidak adanya filter low-pass yang memastikan kamera ini menangkap banyak detail, sistem AF 39 titik sangat jernih selama ada banyak cahaya yang tersedia. 

Tidak seperti umumnya kamera DSLR setua ini, D5300 juga memiliki layar vari-angle, yang berguna jika Anda ingin membuat komposisi melalui Live View daripada jendela bidik optik. 

Kinerja AF di Live View jauh tertinggal dari pesaing mirrorlessnya, tetapi jika Anda menginginkan pengalaman pemotretan klasik, D5300 tetap merupakan kamera yang bagus dengan harga yang lebih rendah saat ini.
  • Lensa kit yang direkomendasikan: Nikon 18-55mm f/3.5-5.6 VR II
  • Baca ulasan mendalam Nikon D5300

4. Nikon D5600 - Rp. 7,000,000.-



Ingin yang sedikit lebih kuat? D5600 bisa menjadi apa yang Anda cari

Jenis: DSLR | Sensor: APS-C CMOS | Megapiksel: 24.2MP | Pemasangan lensa: Nikon DX | Layar: Layar sentuh artikulasi 3,2 inci, 1.040.000 titik | Kecepatan pemotretan bersambungan: 5fps | Resolusi video maks: 1080p | Tingkat pengguna: Pemula

  • Kelebihan: Kualitas gambar luar biasa, Layar sentuh artikulasi
  • kekurangan: Pemfokusan Live View Lambat, SnapBridge perlu disetting

Inilah kamera DSLR pemula lainnya yang bisa bertahan melawan munculnya beberapa kamera mirrorless. 

D5600 adalah kamera lanjutan dari model seri D3000, dengan serangkaian spesifikasi yang baik untuk menyaingi kamera Canon EOS Rebel T8i / EOS 850D (lihat dibawah). Keunggulan utama dari D3500 termasuk layar LCD yang lebih besar, yang tidak hanya membalik dan berputar ke depan untuk vlogging, tetapi juga bisa disentuh, bersama dengan sistem fokus otomatis yang canggih, dan built-in Wi-Fi. 

Harganya agak lebih mahal dibandingkan kamera pemula lainnya, tetapi jika Anda membutuhkan sedikit lebih banyak ruang, masuk akal untuk menggunakan D5600, kamera ini akan menjadi pendamping yang cukup untuk tahun-tahun mendatang.

  • Lensa yang direkomendasikan: NIKKOR 35mm f/1.8G
  • Baca ulasan mendalam Nikon D5600

5. Nikon Z 50 - Rp. 10,000,000.-



Kamera mirrorless APS-C pertama Nikon adalah bintang dalam pembuatannya

Jenis: Tanpa cermin/Mirrorless | Sensor: APS-C CMOS | Megapiksel: 20.9MP | Monitor: kemiringan 3,2 inci, titik 1,04m | Kecepatan pemotretan bersambungan/burst: 11fps | Jendela bidik: EVF, titik 2,36m | Resolusi video maks: 4K UHD pada 30p | Level pengguna: Pemula

Kelebihan
  • Mempunyai nilai yang baik sejak dirilis
  • Lensa bodi dan kit yang ringkas
  • Mendukung video 4K dan pemotretan 11fps

Kekurangan
  • Tidak ada stabilisasi bawaan
Nikon Z 50 adalah kamera yang lebih compact  daripada kamera full frame Z 6 dan Z 7 oleh Nikon, tetapi kamera ini memiliki desain yang sama. 

Meskipun ukuran kamera ini kecil, kamera ini memiliki grip yang baik dan kontrol eksternal yang bagus, serta lensa kit 16-50mm yang memendek.

Nikon mungkin terlambat masuk ke pasar mirrorless APS-C, tetapi datang dengan kamera yang memiliki begitu banyak poin bagus sehingga sulit untuk mengetahui dari mana harus memulai. 

Nilai jual utama dari kamera ini adalah kemampuan merekam video 4K, pemotretan burst 11fps, dan dudukan Z-nya identik dengan yang ada pada kamera yang lebih besar, sehingga Anda dapat menggunakan lensa Nikkor Z DX khusus, lensa Nikkor Z full frame, dan lensa DSLR Nikon biasa melalui FTZ adaptor. 

Nikon Z 50 termasuk kamera yang mahal untuk pemula, tetapi ini adalah kamera yang kuat yang dibuat dengan sederhana dan dapat bertahan lama untuk Anda sebagai pelopor sistem mirrorless full frame Nikon.
  • Lensa kit yang direkomendasikan: NIKKOR Z DX 16-50mm f/3.5-6.3 VR
  • Baca lebih lanjut: Ulasan Nikon Z 50

Kamera Canon

6. Canon EOS 250D / Rebel SL3 / 200D Mark II - Rp. 7,000,000.-



DSLR terkecil dan teringan di dunia dengan layar artikulasi, ditambah video 4K

Jenis: DSLR | Sensor: APS-C CMOS| Dudukan lensa: Canon EF-S | Layar: Layar sentuh vari-angle 3 inci, 1.040.000 titik, pivot | Jendela bidik: Pentamirror | Kecepatan burst maksimum: 5fps | Megapiksel: 24.1MP | Resolusi video maks: 4K UHD pada 25p

Kelebihan
  • DSLR yang ringan dan intuitif
  • Pemotretan Live View yang luar biasa
  • JPEG yang bagus langsung dari kamera
  • Salah satu DSLR termurah dengan video 4K
  • Ringkas dan ringan untuk sekelas kamera DSLR

Kekurangan
  • Ukuran lebih besar daripada kamera mirrorless
  • Sistem AF 9 titik sudah ketinggalan zaman
  • Shutter cukup berat dalam 4K
  • Lebih mahal dari kebanyakan DSLR pemula
Kamera ini bukan DSLR termurah yang dapat Anda beli, tetapi seringkali Anda perlu membayar sedikit lebih mahal untuk mendapatkan berbagai fitur yang menarik dan kamera ini adalah contoh sempurna. 

Canon EOS 250D adalah kamera DSLR entry-level pertama yang dapat melakukan perekaman film 4K, dan menggantikan EOS 200D yang sangat populer di jajaran kamera Canon. 

Sistem autofokus Dual Pixel CMOS untuk mode live view dan movie, yang diwarisi dari pendahulunya, membuat kamera ini sangat bagus untuk mendeteksi gerakan saat merekam video. Performa fokus otomatis yang hampir sempurna dari lensa kit 18-55mm adalah bonus yang baik untuk kamera ini.

EOS Rebel SL3 (mempunya nama lain EOS 250D / EOS 200D Mark II) memiliki sensor APS-C terbaik dari Canon dengan resolusi 24,1MP dan pemotretan Live View yang jernih, berkat layar sentuh yang dapat diartikulasikan sepenuhnya dan Dual Pixel Canon yang akurat.  

Kami berani mengatakan bahwa kamera ini adalah satu-satunya DSLR di mana menyusun bidikan dengan layar lebih enak daripada menggunakan viewfinder/jendela bidik. 

Canon juga memberikan fitur merekam video 4K serta konektivitas Wi-Fi dan NFC, terbungkus dalam bodi DSLR terkecil.

Satu-satunya kritik kami dari segi kinerja kamera adalah dalam pemotretan diam berbasis jendela bidik daripada mode tampilan langsung, sistem fokus otomatis bekerja kurang baik. Hanya ada sembilan titik AF dan hanya satu yang bertipe silang, mampu menyelesaikan detail baik pada bidang horizontal maupun vertikal namun harusnya bisa memberikan yang lebih baik. 

Kritik utama kami yang lain adalah harganya, yang sedikit mahal untuk DSLR entry-level. Jika Anda bersedia membayar lebih, ini adalah pilihan yang baik.
  • Lensa kit yang direkomendasikan: Canon EF-S 18-55mm f/4-5.6 IS STM
  • Baca juga: Review Canon EOS SL3 / Canon EOS 250D

7. Canon EOS M50 - Rp. 8,000,000.-



Kamera mirrorless kelas menengah Canon yang memenuhi banyak kriteria

Jenis: Mirrorless (Tanpa cermin) | Sensor: APS-C | Dudukan lensa: Canon EF-M | Layar: Layar sentuh vari-angle 3 inci, 1.040 ribu titik | Megapiksel: 24.1MP | Kecepatan burst maksimum: 10fps | Jendela bidik: OLED EVF, 2.360k titik | Resolusi video maks: 4K UHD

Kelebihan
  • Jendela bidik (viewfinder) elektronik bawaan
  • Layar sentuh vari-angle yang luar biasa
  • Autofokus tajam
  • Bentuk kecil dan ringan

Kekurangan
  • Perekaman video 4K masih memiliki beberapa batasan
  • Kontrol eksterior yang terlalu disederhanakan
  • Lensa EF-M kurang bagus
Canon EOS M50 mengemas banyak teknologi ke dalam bodinya yang ringkas, dan kamera ini memiliki jendela bidik/viewfinder, padahal begitu banyak kamera mirrorless dengan harga serupa tidak memilikinya. 

Namun, lensa kit 15-45mm yang memendek agak kurang baik untuk digunakan, dan mode video 4K memiliki beberapa batasan. 

Namun demikian, kamera ini adalah stepping stone menuju kesuksesan dan penyesuaian kriteria untuk kamera Canon EOS M-series. Ini adalah kamera unik dan mudah digunakan yang benar-benar serbaguna, dan merupakan alternatif mirrorless yang bagus untuk Canon Rebel SL3/EOS 250D karena menawarkan fitur serupa di kamera yang lebih kecil. 

Sekarang ada Canon EOS M50 Mark II yang lebih baru yang merupakan kamera yang bagus, tetapi hampir tidak berubah dari M50 yang asli, hanya beberapa perubahan autofokus kecil dan kemampuan untuk merekam video vertikal. 

Akibatnya, membuat model lama dijual dengan harga diskon, dan sangat layak untuk dibeli.

Namun, mengenai masalah video, meskipun EOS M50 mampu merekam resolusi 4K UHD, kamera ini melakukannya pada 25p, dengan pemangkasan 1,6x dan tanpa Dual Pixel AF. Jika Anda ingin fokus pada video, ada pilihan yang lebih baik dalam daftar ini, tetapi untuk kamera stills/video hybrid atau pure stills kecil yang mumpuni, EOS M50 adalah pilihan yang tepat.
  • Lensa kit yang direkomendasikan: Canon EF-M 15-45mm f/3.5-6.3 IS STM
  • Baca juga: Ulasan Canon EOS M50

8. Canon EOS Rebel T7 / EOS 1500D / EOS 2000D - Rp. 4,000,000.-



DSLR entry-level dengan fitur inti dan pokok dengan harga murah.

Sensor: APS-C CMOS | Megapiksel: 24.1MP | Dudukan lensa: Canon EF-S | Layar: 3 inci, 920.000 titik | Kecepatan pemotretan berkelanjutan: 3fps | Resolusi video maks: 1080p |Tingkat pengguna: Pemula

Kelebihan
  • Mudah digunakan
  • Kontrol yang ditata secara logis

Kekurangan 
  • Sistem AF yang jadul
  • Tidak ada layar sentuh
Kamera ini adalah salah satu kamera DSLR termurah di jajaran kamera Canon saat ini, yang juga membuatnya menjadi cara yang sangat hemat biaya untuk mendapatkan akses ke berbagai macam lensa, flashgun, dan aksesoris Canon lainnya. 

Harganya yang rendah bukan berartikamera ini tidak memiliki fitur-fitur mewah dari kamera-kamera lain yang lebih besar dan lebih mahal, diantaranya LCD flip-out, video 4K, dan sebagainya.

Kamera ini dirancang dengan mempertimbangkan audiens targetnya, dengan Panduan Fitur untuk membantu Anda memahami segalanya, dan masa pakai baterai juga lebih baik daripada banyak model mirrorless pada titik harga ini, masih merupakan keunggulan utama DSLR. 

Perekaman video Wi-Fi, NFC, dan Full HD melengkapi spesifikasi kamera ini, menjadikannya kamera  pertama bagi beberapa orang dengan fitur yang lengkap.

  • Lensa yang direkomendasikan: Canon EF 24-70mm f/2.8L
  • Baca ulasan mendalam Canon EOS Rebel T7 / EOS 2000D / EOS 1500D

9. Canon EOS 90D - Rp. 18,000,000.-



Sebuah kamera serba fitur yang memberi Anda banyak ruang untuk belajar.

Type: DSLR | Sensor: APS-C CMOS | Megapiksel: 32,5MP | Pemasangan lensa: EF/EF-S | Layar: Layar sentuh vari-angle 3 inci, 1.040.000 titik | Kecepatan pemotretan beruntun: 11fps | Resolusi video maks: 4K/30p | Level pengguna: Pemula

Kelebihan: Sensor resolusi tinggi, 4K video pada 30fps
Kekurangan: Tidak ada stabilisasi gambar, Bukan pilihan termurah untuk pemula

Canon 90D mungkin merupakan DSLR tingkat penggila terakhir yang pernah dibuat perusahaan – dan jika demikian, itu akan keluar dengan keras. 

90D mengemas sensor resolusi tinggi yang dipasangkan dengan mesin pencitraan Digic 8 Canon, menawarkan hasil yang menarik dari video 4K tanpa pemotongan pada 30fps. 

Reproduksi warna luar biasa dan ada banyak detail baik dalam gambar diam maupun video, dibantu oleh sistem pengukuran 216 zona baru. Genggaman yang lebih dalam berarti 90D juga sangat nyaman di tangan, sementara joystick membuat pemilihan dari titik Dual Pixel CMOS AF menjadi gampang. 

Daya tahan baterai juga luar biasa, dengan 1.500 foto dengan sekali pengisian daya. 

Kamera ini mungkin terlalu banyak untuk pemula (baik dalam harga dan fitur), tapi tidak diragukan lagi menawarkan banyak ruang untuk berkembang. Either way, 90D membuktikan bahwa DSLR masih memiliki tempat di dunia mirrorless.

Jika Anda memiliki uang lebih, sangat direkomendasikan memilih kamera ini.

  • Lensa yang direkomendasikan: 18-55mm F3.5-5.6 IS STM
  • Baca ulasan mendalam Canon EOS 90D

10. Canon PowerShot G7 X Mark III - Rp. 8,000,000.-





Kamera compact canggih ini adalah salah satu kamera vlogging terbaik.

Jenis: Compact | Sensor: 1 inci | Megapiksel: 20MP | Layar: 3,0 inci, 1040k, miring | Jendela bidik: Tidak ada | Lensa (efektif): 24-100mm | Kecepatan pemotretan bersambungan: 30fps | Resolusi video maks: 4K

Kelebihan:
  • Mampu melakukan streaming langsung
  • Lensa cepat dan serbaguna

Kekurangan:
  • Batas video 4K 10 menit
  • Daya tahan baterai buruk

Jangan terkecoh dengan bodi kamera ini yang ramping, kamera ini sebenarnya adalah mesin pemotretan dan video yang sangat mengesankan, dengan tidak hanya kemampuan untuk merekam video Full HD dan 4K berkualitas, tetapi juga untuk streaming langsung secara online. 

Memang, Anda mungkin terkejut banyak pembuat konten YouTube yang Anda suka memotret banyak barang mereka di Canon PowerShot G7 X Mark III; kamera ini populer karena suatu alasan.

Lensa setara 24-100mm yang cepat memberi Anda banyak sekali keunggulan dalam pemotretan, tidak peduli kondisi pencahayaannya, tidak peduli seberapa jauh subjeknya, Anda akan memiliki gambar yang luar biasa. 

Fitur video jugadidukung oleh beberapa fitur yang penting seperti port mikrofon eksternal, memastikan bahwa video Anda akan memiliki kualitas audio yang baik. 

Kamera ini terasa premium di tangan, dan dengan LCD yang berputar 180 derajat untuk vlogging,  jika membli kamera ini, Anda akan memiliki mesin yang mumpuni di semua kategori.

  • Lensa yang direkomendasikan: -
  • Baca ulasan mendalam Canon G7X Mark III

Beberapa Kamera Terbaik Lainnya

Selain dari 10 kamera di atas masih banyak pula sebenarnya kamera-kamera yang layak untuk pemula, buat kamu yang sepertinya tidak menemukan kamera yang cocok dengan kamera diatas, bisa cek kamera-kamera dibawah ini:

Canon
  • Canon EOS Rebel T8i / Canon EOS 850D - Rp. 12,000,000.-
  • Canon EOS Rebel T100 / EOS 4000D / EOS 3000D - Rp. 3,000,000.-
  • Canon EOS 80D - Rp. 10,000,000.-
Panasonic
  • Panasonic Lumix GX9 - Rp. 18,000,000.-
  • Panasonic Lumix G100 - Rp. 11,000,000.-
Fujifilm
  • Fujifilm X-T200 - Rp. 7,000,000.-
Olympus
  • Olympus OM-D E-M10 Mark IV - Rp. 7,000,000.-
Pentax
  • Pentax K-70 - Rp. 12,000,000.-
Polaroid
  • Polaroid Go - Rp. 3,000,000.-

Itulah beberapa kamera terbaik untuk direkomendasikan bagi yang mau belajar fotografi dan videografi. Buat kamu yang merasa terbantu oleh artikel ini jangan lupa bagikan ke teman-teman ya dan jangan sungkan berkomentar, terima kasih.

*serangkaian harga merupakan estimasi dan berdasarkan screening pada saat artikel ditulis.