Dalam artikel ini anda akan mempelajari apa sebenarnya ISO kamera itu, cara menggunakannya dengan benar dan segala sesuatu yang berhubungan dengan ISO yang tentu saja akan meningkatkan kemampuan fotografi anda.

Mempelajari ISO merupakan awal yang bagus untuk meningkatkan kemampuan fotografi sebelum mempelajari apa itu shutter speed dan apa itu aperture kamera.

Ketiga hal ini (ISO, Shutter speed dan Aperture) disebut dengan segitiga exposure.

Pada zaman sekarang, banyak orang suka berfoto apalagi dengan adanya hp. Tapi, tidak banyak yang tahu apa fungsi ISO pada kamera hp.

Apa Itu ISO?

ISO adalah tingkat sensifitas atau kemampuan sensifitas sensor pada kamera untuk merespons terhadap cahaya.

Semakin rendah angkanya, semakin tidak sensitif kamera anda terhadap cahaya. Angka yang lebih tinggi berarti sensor anda menjadi lebih sensitif terhadap cahaya yang memungkinkan anda menggunakan kamera dalam situasi yang lebih gelap. 

Contoh Perbedaan Gambar ISO Berbeda
Contoh Perbedaan ISO, oleh Picture Correct

Tetapi ada kekurangan ketika anda menggunakan ISO tinggi di dalam situasi yang gelap, kekurangan melakukannya adalah akan ada lebih banyak grain atau noise pada hasil foto anda (meskipun kamera terus meningkat sepanjang waktu dan hari ini banyak kamera yang dapat menggunakan pengaturan ISO tinggi dan masih mendapatkan gambar yang rendah grain). 

Secara singkat, noise atau grain adalah bintik-bintik kecil pada foto. Perhatikan gambar berikut:
perbedaan gambar noise dan tidak noise
Contoh noise pada ISO tinggi, oleh Withmanish

Jadi anda harus berusaha menggunakan ISO yang paling rendah, ISO paling rendah biasa disebut Base ISO.

Contoh situasi ketika anda mungkin ingin memilih ISO yang lebih tinggi adalah ketika malam hari.

Perumpamaan ISO

Coba bayangkan sebuah microphone, ketika anda ingin merekam suara yang rendah seperti bisikan seseorang maka anda akan menaikkan sensitifitas mic terhadap suara, yang membuat suara bisikan terdengar tetapi hasil suara akan memiliki noise seperti angin, detik jam dan kipas komputer ikut terdengar ketika anda merekam.

Begitu pula ketika anda menaikkan ISO.

Ketika anda menaikkan ISO, anda menaikkan sensitifitas kamera terhadap cahaya, yang bisa membuat kamera anda mampu memotret foto diruangan kurang cahaya tetapi menimbulkan beberapa efek tidak baik karena sensitifitas yang tinggi.

Perumpamaan lain oleh kamerashot.com, bayangkan angka pada ISO adalah semut yang bekerja untuk mengambil cahaya masuk ke lensa dan menyusun gambar. Semakin tinggi angka ISO maka semakin banyak semut dan semakin sensitif kamera terhadap cahaya.

Cara Mengatur ISO

Seperti yang disebutkan sebelumnya biaya untuk memilih pengaturan ISO yang lebih tinggi adalah anda mulai mendapatkan grain atau noise yang lebih tinggi pada gambar andai. 

Saya akan menggambarkan konsep ini dengan dua pembesaran foto dari Digital Photography School - yang di sebelah kiri diambil pada 100 ISO dan yang kanan di 3200 ISO. 

100 ISO (kiri) 3200 ISO (kanan). credit Digital Photography School

100 ISO secara umum diterima sebagai ISO 'normal' atau 'standar' dan akan memberi anda hasil jepretan yang memiliki sedikit noise / grain

Kebanyakan orang memiliki kamera digital yang ISO nya diatur pada 'Mode Otomatis' atau Auto di mana kamera memilih pengaturan ISO yang sesuai tergantung pada kondisi foto anda (kamera akan berusaha menggunakan ISO yang paling rendah) tetapi kebanyakan kamera juga memberi Anda kesempatan untuk memilih ISO anda sendiri. 

Ketika anda memilih tingkat ISO tertentu anda akan merasakan bahwa itu dapat mempengaruhi shutter speed dan aperture juga.

Sebagai contoh jika anda menaikkan ISO kamera anda dari 100 ke 400, anda bisa merasakan kamera anda bisa memotret dengan shutter speed yang lebih cepat dan aperture yang lebih kecil.

Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Mengatur ISO

Saat memilih tingkat ISO ada beberapa hal yang harus anda perhatikan baik-baik:
  1. Cahaya: Apakah subjek foto memiliki cukup cahaya?
  2. Grain: Apakah anda ingin foto ini memiliki banyak grain atau tidak?
  3. Tripod/Stabil: Apakah kamera anda stabil?
  4. Subjek Bergerak: Apakah subjek foto anda bergerak atau stabil?
Jika ada banyak cahaya, anda ingin gambar yang tanpa grain, anda menggunakan tripod dan subjek anda diam. Anda lebih baik menggunakan ISO yang cukup rendah. 

Jika gelap, anda ingin foto yang memiliki bintik-bintik, anda tidak punya tripod dan/atau subjek anda bergerak, anda mungkin harus mempertimbangkan untuk meningkatkan ISO karena akan memungkinkan anda untuk memotret dengan shutter speed yang lebih cepat dan tetap mendapatkan foto berkualitas baik. 

Tentu saja efek dari kenaikan ISO ini akan menghasilkan foto yang banyak noise.

Beberapa contoh situasi dimana anda lebih baik menggunakan ISO tinggi:
  • lapangan olahraga, apalagi kalau di dalam ruangan
  • pesta ulang tahun, tiup lilin gelap-gelap memang membahagiakan
  • konser, banyak orang bergerak dan cahayanya kurang mengharuskan ISO tinggi
  • Tempat gelap lainnya.

Cara Cepat Menguasai ISO

Cara paling mudah dan cepat menguasai ISO adalah dengan Eksperimen

Anda bisa memotret sebuah benda yang sama dengan ISO yang berbeda-beda. Mulai dari paling rendah lalu naikkan hingga ke yang paling tinggi.

Lakukan eksperimen ini sesering mungkin dengan kondisi apapun.

Coba lakukan eksperimen ini di tempat gelap dan di tempat terang. Coba foto benda yang bergerak, benda yang diam, pokoknya perbanyaklah mencoba ISO yang berbeda dengan objek foto yang berbeda pula.

Anda akan segera menguasai kamera anda ketika anda sudah terbiasa dengan ISO mana yang akan anda pakai.

Kesimpulan

ISO adalah aspek penting dari fotografi untuk dikuasai jika anda ingin mengetahui lebih banyak kendali atas kamera anda. 

Eksperimen dengan pengaturan yang berbeda dan bagaimana pengaruhnya terhadap gambar anda hari ini, khususnya pelajari lebih lanjut tentang Aperture dan Shutter Speed yang bersamaan dengan ISO merupakan bagian dari Segitiga Eksposur.